Media & Kontrol Sosial
A. Media
Kata “media” dalam ilmu komunikasi diterjemahkan dari istilah Latin “medium” yang berarti “tengah” atau “perantara”.[1] Media diartikan sebagai alat atau instrumen komunikasi yang memungkinkan seseorang untuk merekam serta mengirim informasi dan pengalaman-pengalaman dengan cepat kepada khalayak yang luas, terpencar- pencar dan heterogen.[2] Sebagai alat komunikasi massa media dapat digambarkan dengan elemen-elemen sebagai berikut: Pertama, media merupakan aktivitas komunikasi massa yang berorientasi berdasarkan isi media; Kedua, media menggunakan konfigurasi teknologi (televisi, radio, video teks, majalah dan buku); Ketiga, sistem media massa, apakah formal atau non-formal (menyangkut sistem media, kantor pusat, sistem publikasi dan sebagainya); Keempat, dioperasikan berdasarkan ketentuan hukum dan kesepakatan antara para profesional dan praktisi, khalayak dan kecenderungan sosial masyarakat; Kelima, diterbitkan oleh kelompok yang terdiri atas: pemilik modal, redaktur, distributor, periklanan dan pelanggan; Keenam, menyampaikan informasi, hiburan, pikiran-pikiran dan simbol-simbol; Ketujuh, ditujukan kepada audiens yang banyak.[3]
Secara tidak sadar media telah menjadi gian paling penting di dalam masyarakat. Banyak hal yang dapat kita pelajari melalui media, hal ini dikarenakan media memiliki kemampuan untuk memberikan informasi-informasi secara efektif. Perkembangan media komunikasi modern dewasa ini telah memungkinkan orang di seluruh dunia ini untuk dapat saling berkomunikasi. Hal ini di mungkinkaan karena adanya berbagai media (Channel) yang dapat digunakan sebagai sarana penyampaian pesan.
B. Kontrol Sosial
Pengendalian sosial atau kontrol sosial merupakan suatu tindakan baik direncanakan maupun tidak, yang bersifat mengajak, mengawasi, dan mencegah agar masyarakat di lingkungan dapat terkendali. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maka perlunya bentuk hukum yang biasa disebut “social control” atau kontrol sosial, yang juga dapat diartikan sebagai tindakan tingkat pengawasan oleh masyarakat dengan tujuan mencapai keserasian antara stabilitas, dengan perubahan dalam masyarakat itu sendiri.
C. Peranan Media Dalam Kontrol Sosial
Media massa sebagai saluran komunikasi massa secara sederhana memiliki fungsi informasi (inform), pendidikan (Education), hiburan (entertainment) dan kontrol sosial (social control). Dengan fungsi yang sedemikian kompleks, media massa dapat berperan dalam segala aktivitas individu dan organisasi, bahkan sebagai sumber informasi dalam pengambilan keputusan para manajer. Saatnya pemahaman yang tepat tentang fungsi dan peran media massa diperlukan agar semua keputusan diambil dengan benar.
Media massa sebagai sarana penyebaran informasi, hiburan dan Pendidikan juga merupakan sarana kontrol sosial. Media massa memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan sosial. Karena perannya yang sangat potensial dalam mengangkat dan menciptakan opini publik, serta sebagai wadah dialog kelas dalam masyarakat. Pada hakekatnya, efektivitas yang dihasilkan dari fungsi ini (kontrol sosial) tergantung pada integritas medium itu sendiri. Selanjutnya, juga tergantung pada tingkat kepercayaan publik terhadap media yang bersangkutan. Untuk itu, sebagai organisasi sosial yang menjadi saluran informasi utama bagi masyarakat, media juga harus memperhatikan integritasnya sendiri.
D. Kesimpulan
Media diartikan sebagai alat atau instrumen komunikasi yang memungkinkan seseorang untuk merekam serta mengirim informasi dan pengalaman-pengalaman dengan cepat kepada khalayak yang luas, terpencar- pencar dan heterogen. Dengan fungsi yang sedemikian kompleks, media massa dapat berperan dalam segala aktivitas individu dan organisasi, bahkan sebagai sumber informasi dalam pengambilan keputusan para manajer. Saatnya pemahaman yang tepat tentang fungsi dan peran media massa diperlukan agar semua keputusan diambil dengan benar.
Karena perannya yang sangat potensial dalam mengangkat dan menciptakan opini publik, serta sebagai wadah dialog kelas dalam masyarakat. Pada hakekatnya, efektivitas yang dihasilkan dari fungsi ini (kontrol sosial) tergantung pada integritas medium itu sendiri. Selanjutnya, juga tergantung pada tingkat kepercayaan publik terhadap media yang bersangkutan. Untuk itu, sebagai organisasi sosial yang menjadi saluran informasi utama bagi masyarakat, media juga harus memperhatikan integritasnya sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
AS. Achmad Media Massa dan Khalayak (Makassar: Hasanuddin University Press, 2002),
Lull, James Media, Komunikasi, Kebudayaan: Suatu Pendekatan Global, terj. Setiawan Abadi (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1998),
Roy Stafford, Branston Gill “The Media Student’s Book”, Ed.III; London: Routledge, 2003.
[1] Branston Gill, dan Roy Stafford. The Media Student’s Book, Ed.III; London: Routledge, 2003. Hal 9
[2]Achmad AS. Media Massa dan Khalayak (Makassar: Hasanuddin University Press, 2002), h. 25
[3] James Lull, Media, Komunikasi, Kebudayaan: Suatu Pendekatan Global, terj. Setiawan Abadi (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1998), h. 26.

Komentar
Posting Komentar